Skip to main content

Khitbah (Meminang) (not yet)

    Khitbah atau meminang adalah permintaan untuk menikah kepada pihak wanita dengan cara yang dikenal oleh masyrakat. Jika tercapai kesepakatan maka itu hanyalah perjanjian untuk melangsungkan pernikahan, sehingga tidak halal bagi laik-laki yang melamar untuk melakukan apapun terhadap wanita yang dilamarnya, namun wanita itu tetaplah asing baginya hingga akad nikah dilaksanakan.(a)
     
Kepada siapakah lamaran disampaikan?
 Pada dasarnya, lamaran kepada wanitu disampaikan kepada walinya.  Dari Urwah bahwa Nabi s.a.w. melamar Aisyah r.a. kepada Abu Bakar r.a., dan Abu Bakar r.a. berkata kepada beliau, "Sesungguhnya aku adalah saudaramu." Maka Nabi s.a.w. berkata," (Engkau) saudaraku di dalam agama ALLAH dan kitab-Nya dan ia (Aisyah) halal untukku." (b)

 Wanita yang sudah dewasa boleh dilamar langsung.  Dari Ummu Salamah berkata, "Ketika Abu Salamah meninggal dunia, Rasulullah s.a.w. mengutus Hathib ibn Abi Baltaah untuk menemuiku dan melamarku untuk beliau, maka aku katakan, "Sesungguhnya aku memiliki seorang anak perempuan, dan aku adalah wanita yang pencemburu." (c)

 Seorang wali boleh menawarkan wanita yang menjadi tanggung jawabnya kepada orang yang shaleh. Diceritakan di dalam al-Qur'an bahwa orang tua yang shaleh berkata kepada Musa, " Sesungguhnya aku bermaksud menikahkan kamu dengan salah seorang dari kedua anakku ini, atas dasar bahwa kamu bekerja denganku delapan tahun." (d)
  Dan juga diceritakan dalam riwayat yang shahih bahwa ketika Hafshah binti Umar menjadi janda dari Khunais ibn Hudzafah as-Sahmi, Umar ibn Khathathab menawarkan putrinya kepada Utsman, lalu kepada Abu Bakar, dan kemudian ia dilamar oleh Nabi s.a.w. (e)
  Dan dari Ali ibn Abi Thalib berkata, Aku berkata, " Wahai Rasulullah, kenapa engkau lebih memilih untuk menikahi Quraisy dan meninggalkan (wanita-wanita) dari kami?" beliau berkata, " Apakah kalian memiliki wanita (untuk dinikahkan denganku?)" aku menjawab, " Benar, putri dari Hamzah." Maka Rasulullah s.a.w. berkata, " Sesungguhnya ia tidak halal bagiku, ia adalah putri dari saudara sesusuan." (f)

Dan dibolehkan bagi seorang wanita untuk menawarkan dirinya kepada laki-laki shaleh agar menikahinya. Dari Anas berkata, "Seorang wanita datang kepada Rasulullah s.a.w. dan menawarkan dirinya kepada beliau, ia berkata, " Wahai Rasulullah, apakah engkau memiliki hajat pada diriku?" maka anak perempuan dari Anas berkata, "Alangkah sedikit rasa malunya, dan alangkah buruknya ia". Maka Anas berkata, " Wanita itu lebih baik darimu, ia menginginkan Nabi s.a.w. dan mau menawarkan dirinya kepada beliau." (g)
  Dan ini bisa  dilakukan jika dirasa aman dari fitnah. Namun jika ditakutkan ada fitnah apabila ia memberitahu seorang laki-laki tentang keinginannya untuk menikah dengannya, maka hal itu tidak boleh dilakukan karena akan menimbulkan kerusakan. Demikian dikatakan oleh Syeikh kami. (h)

 Memandang wanita yang dipinang. Apabila terbesit di dalam hati laki-laki hasrat hasrat untuk meminang wanita, maka dibolehkan baginya memandang wanita tersebut. Dan tidak ada perselisihan antar ulama mengenai hal ini. (i) Diantara dalil yang membolehkannya adalah: 
  Firman ALLAH s.w.t., "Tidak halal bagimu mengawini perempuan-perempuan sesudah itu dan tidak boleh (pula) mengganti mereka dengan isteri-isteri ( yang lain), meskipu kecantikannya menarik hatimu." (j) Dan kecantikan tidak dapat diketahui kecuali dengan memandangnya.
   Hadist dari Abu Hurairah, ia berkata  


Comments

Popular posts from this blog

Ukhty..

Aku ingin bisa menulis seperti tulisan-tulisan yang ukh pos dalam blog milik ukh.Lembut,bergetar,dan membawa pembaca seolah ikut  merasakannya.Tapi aku,aku hanya bisa menulis kata-kata biasa yang yang sama sekali tak mengandung unsur dari tulisan yang ukh tulis.Aku iri pada ukh,karena ukh punya sifat yang amat santun,lembut,dan rajin.Tak hanya itu,ukh juga membuatku iri dengan jilbab superr lebar dan gamis polos yang ukh kenakan.Rasanya,aku ingin sekali menjadi sepertimu.Ukh,yang tak pernah menjalin hubungan (pacaran) dan tak pernah mengungkapkan rasanya terhadap seseorang,ukh mampu menyimpannya hingga akhirnya Allah pun memberi jawaban.Mampu menjaga pendangan dari segala yang tak perlu untuk dilihat. Ukh,,, ajari aku sifat-sifat seperti itu.Ajari aku tuk menjadi seujung saja menjadi sepertimu. Bagaimana sih caranya menjadi yang menjaga dan terjaga???  Darimana ukh mempelajari setiap step-stepnya???Apa saja medianya??? AKU INGIN UKH,,, Senyuman selembut bidadari itu.....

Aneh

Bismillahirrahmanirrahmanirrahim... Apa kalian semua akan selalu menganggapku aneh kawan? Apa kalian akan menganggapku bodoh? Apa kalian akan mengolok-olokku dengan keanehanku? Lalu kalian tidak akan menerima semua pendapatku? Apa kalian akan menganggap remeh usahaku? Apa kalian akan berteman dengan si pintar saja? Aku tak terbiasa dengan tawaan kalian yang bahagia ketika orang lain sulit. Aku tak terbiasa dengan keramaian kalian saat bergurau. Aku tak terbiasa dengan tatapan sinis kalian yang menganggapku aneh. Aku tak terbiasa dengan semua itu. Yang aku rasakan, kalian tak menganggapku. Entah benar atau tidak, atau hanya diriku yang mendramatis keadaan? Andaikan saja, ayahku seperti ayah-ayah kalian, pasti aku segera meneleponnya, dan aku akan mengatakan "Ayah, aku ingin pulang. Aku merasa sendiri, hanya ditemani  jurnal belajar, laporan praktikum, dan resume. Bisakah, kau bayangkan aku berangkat dan pergi kuliah masih harus membawa beban trauma setelah kecela...

Surat Terbuka Untuk Kita

Barangkali, pucuk-pucuk merah jambu telah mencoba bermekaran diantara hati-hati ini.. Menelisik penuh riang.. Berdegup setiap kali sapa.. Ya, menikah adalah ujung utama munculnya pucuk-pucuk ini.. Menikah adalah nasihat utama, manakala kita telah mampu .. Dan berpuasalah, jika belum mampu .. Surat terbuka kepada siapapun, yang sedang dilanda kasmaran.. Sudah tergoda dengan gandengan halal para selebgram.. Sudah habis termakan, tulisan-tulisan romantis.. Sudah terperdaya untuk segera menikah, menikah, dan menikah.. Tidak ada yg salah dengan menikah.. Tidak ada yg menyalahkan.. Menjadi salah, saat kita menikah, hanya karena ❤ .. Menjadi salah, saat kita menikah, hanya karena seseorang itu tampan/cantik, kaya, atau apalah kelebihan dunia lainnya.. Karena soal menikah tidak hanya seremeh ingin lepas dari status haram menjadi halal.. Tidak hanya seremeh, nanti ada yg bisa masakin, ada yg bisa boncengin, kalo ke kondangan ada gandengannya.. Heiii.. Bahkan kalau menikah...